Rabu, 06 Mei 2015

Memiliki Indomaret Card

Sebelum anda menyimak tulisan ini, saya memberi tahu (bukan tempe) kalau tulisan ini berdasarkan pengalaman saya sendiri, saya tidak dibayar ataupun bekerja sama dekan pihak terkait. Apabila ada kesalahan mohon dimaafkan.

Baiklah, pada kesempatan kali ini setelah lama sekali disibukkan oleh persiapan Ujian Nasional SMA dan jadwal liburan bareng teman dan bareng kekasih, akhirnya saya bisa memiliki waktu untuk menulis, itupun malam hari. Sesuai dengan judulnya, saya akan membahas pengalaman saya menggunakan kartu Indomaret Card. Saya kurang paham dengan awal mula munculnya Indomaret Card, tapi yang melatarbelakanginya pasti adalah kemajuan teknologi dan jaringan untuk mempermudah transaksi dan membuat segalanya menjadi praktis, tapi emang beneran praktis, dan Indomaret Card ini terbitan dari Bank Mandiri, tetapi untuk memiliki Indomaret Card tidak perlu jadi nasabah Bank Mandiri, saya juga bukan nasabah Bank Mandiri, tapi bisa punya.

Pertama kali saya mengenal Indomaret Card sudah bertahun-tahun yang lalu, ketika saya berbelanja di sebuah gerai Indomaret dan petugas kasirnya berkata "Ada Indomaret Cardnya?". Tetapi saya mengurungkan niat karena saya saat itu masih sekolah, belum mengerti dengan jelas apa maksud dari semua itu. Hingga suatu hari ketika saya berbelanja dengan mama tercinta di gerai Indomaret, ada petugas yang menjelaskan tentang fungsi dan kepraktisan Indomaret Card. Kurang lebih seperti ini.

Petugas : Ada Indomaret Cardnya, Ibu?
Mama : Gak ada, Mbak
Petugas : Gak bikin sekalian, Ibu?
Mama : Emang apa kegunaanya, Mbak?
Petugas : Bisa buat belanja, Ibu. Jadi tidak perlu ribet dengan uang tunai, uang kembalian. Dapat diskon kalau kami sedang promo. Bisa buat bayar jalan tol juga, bayar tagihan listrik, air, banyak kok. Kalau membuat hanya 20.000 , Ibu dan top up minimal 100.000
Mama : Hmm mungkin lain kali ya, Mbak
Petugas : Oh tidak apa apa

Dari percakapan tersebut, saya baru mengerti fungsi fungsi dari Indomaret Card, ternyata tidak hanya sekedar kartu member belaka. Di benak saya saat itu terlintas BCA Flazz. Tetapi setelah melihat berbagai artikel, saya simpulkan BCA Flazz digunakan untuk kaum yang suka berbelanja di Mall, saya bukanlah orangnya, aku mah apa atuh. Saya hanya calon mahasiswa yang suka hemat hemat. 

Keesokan harinya, ketika hendak menjemput kekasih (aseeek), saya sempatkan pergi ke Indomaret dulu untuk membeli minum, sekalian membuat Indomaret Card. Membuat Indomaret Card tidak banyak persyaratan, saya hanya dimintai KTP dan nomor yang bisa dihubungi, mungkin bagi yang belum punya bisa pakai kartu pelajar atau bisa disebutkan saja. Syarat lainnya adalah punya uang hahahaha. Saya membuat Indomaret Card dengan total 120.000 rupiah, Untuk rinciannya bisa dibaca kembali percakapan antara mama saya dan petugasnya di atas. Membuat Indomaret Card ini hanya butuh waktu 2-3 menit saja, tidak lama. Tapi tetap jika anda ingin membuatnya juga, perlu ambil situasi sepi, agar aman dan enak tanya tanya sama mbak/masnya.

Saya keluar Indomaret dengan membawa botol air minum dan Indomaret Card. Meski kecil tapi saya rasa ini bisa jadi barang berharga dan sangat berguna. Beginilah penampakannya.



Besar kartu Indomaret Card sama dengan e-KTP atau kartu kredit atau kartu debit. Yang penting tidak sebesar kartu remi. Hanya saja saya rasa kartu ini lebih tebal sekitar 0,01 mm dari kartu biasanya. Berniat untuk mengetes, saya coba lewat tol, ternyata kebanyak gardu tol di Surabaya belum menyediakan pelanan e-Toll, mengecewakan. Sampai akhirnya saya menemukan gardu tol di Banyu Urip yang menyediakan layanan e-Toll, Wah, beruntung bisa mencoba. Tinggal memberikan Indomaret Card ini ke petugas, dan petugas akan menempelkan kartu ke alatnya, menunggu sebentar dan beres. Waktu yang dibutuhkan tidak jauh beda dengan membayar dengan uang tunai, tetapi baiknya, tidak perlu lagi repot cari uang pas, hehehe.

Jalan jalan dengan kekasih, saya sempatkan mampir Indomaret lagi untuk membeli air minum. Dengan penuh percaya diri, saya membayar dengan Indomaret Card. Praktisnya, tidak perlu mengeluarkan uang tunai. Set-set-wet-wet, pembayaran selesai, saya diberikan 2 struk bukti pembayaran, pertama dari Indomaret yang berisi rincian belanja saya saat itu, kedua dari Bank Mandiri yang berisi rincian pengeluaran saat itu dan sisa saldo Indomaret Card saya. Jujur sih, agak mengganggu dengan 2 struk macam ini, bingung disimpan atau dibuang, struknya bagus bagus hahaha. Saya kira ketika pembayaran, akan ada monitor yang menampilkan sisa saldo saya, ternyata saya tidak menemukan itu. Apapun itu, tetap praktis, beneran praktis. Mungkin saat pertama kali pakai akan terasa sama saja, tidak ada bedanya dengan yang uang tunai. Tapi setelah seminggu hingga sebulan pemakaian, akan terasa kenyamanannya. Mungkin suatu saat ketika Surabaya semakin maju, saya bisa gunakan kartu ini untuk membayar parkir, SPBU, makan, dan lain lain.

Sekian dan terima kasih banyak!

4 komentar:

  1. Saya juga sedang cari kartu toll buat lewat tembalang dan salatiga. Info ini bisa buat referensi. Trim,s

    BalasHapus
  2. Aku mau infomaret card,lagi kosong.
    Udah 7 gerai indomaret lg kosong semua ����

    BalasHapus
  3. Saya punya pengalaman tidak mengenakan, sisa saldo tiba² habis tanpa bekas. Padahal masih lumayan banyak sekitar 185 rb an. Sudah komplain ke pihak Indomaret tapi seolah mereka lepas tangan tanpa ada tanggung jawab selaku pihak yang mengeluarkan kartu.

    BalasHapus

Tour Museum Tugu Pahlawan Surabaya | Arti Sebuah Sejarah

" Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya " Begitulah kalimat yang sering kita dengar pada setiap ...