Sabtu, 22 Juli 2017

Pengalaman Service Center di Indonesia

Hey Rek! Pada tulisan saya kali ini saya akan berbagi cerita dengan kalian para pembaca dan anak anak bangsa Indonesia tentang pengalaman saya ke service center di Indonesia pada beberapa merek yang sudah terkenal. Saya rasa tulisan ini akan sangat bermanfaat bagi anda yang sedang menimbang-nimbang dengan beberapa merek karena faktor pelayanan after sales, atau bagi anda yang merasa tidak pernah menjaga barangnya dengan baik sehingga bolak-balik ke tempat service hehehe. Karena memang sebuah merek adalah hal yang pertama kali dilihat sebelum membeli sebuah produk mulai dari yang kecil (kabel) sampai yang paling besar (mobil atau properti). Tetapi sebelumnya saya hanya menceritakan pengalaman saja, mungkin ada yang bernasib berbeda dengan saya, namun ambil saja hal positif yang didapat pada tulisan ini. Tulisan ini murni, saya tidak ada niat menjatuhkan suatu merek, hanya pengalaman saja, ya. Selamat menyimak!
ACER


Merek dagang perangkat mobile dari Taiwan ini akan saya ceritakan pertama kali karena memang saya pertama kali ke service center ya, ke Acer hehehe. Acer sudah cukup lama bermain di pasar Indonesia, sehingga untuk layanan after sales sudah tidak perlu diragukan lagi, dan memang benar saya mengalaminya.

Awal kisah berasal pada sekitar tahun 2011 dari kakak saya. Pada saat itu kakak saya sedang duduk dipinggir kolam dan meletakkan tas yang berisi laptop didalamnya. Entah bagaimana detail ceritanya, tas itu tiba-tiba nyemplung  ke kolam dan kakak saya sempat tidak menyadarinya beberapa saat, maka basahlah semua isi di dalamnya, termasuk laptopnya. Kakak saya bahkan menceritakan sampai sampai ketika laptopnya dikeluarkan, semua air sudah memenuhi jeroan dari pada laptopnya.

Sesampainya di rumah kakak saya ceruhat kepada saya dan saya putuskan untuk membawa ke Acer Service Center yang baru (pada saat itu) di BG Juction, Surabaya. Esoknya saya pergi ke BG Juction dan sampai terlalu awal, saya tiba pukul 8:30 pagi, sedangkan ASC belum buka, bahkan ruko ruko di mallnya pun masih banyak yang tutup. Saya pun menunggu hingga pada akhirnya saya melihat ada seseorang yang masuk ke sana, saya pun ngekor ke orang itu. Saya mengambil nomor antrian dan langsung dipanggil, karena pada saat itu memang masih sangat sepi, ya iya lah wong  baru buka. Saya disambut dengan senyum CSnya yang masih pagi dan berseri-seri. Saya mulai mengeluhkan dan menceritakan semua. CSnya pun membuat surat pernyataan dan ia meminta maaf kalau printernya tintanya mau habis, sangat jarang kita dapatkan hal seperti ini. CSnya berbicara dengan sangat ramah dan sepertinya ia sangat memahami SOPnya sebagai CS. Yah, sangat puas lah. Saya meninggalkan laptop kakak saya selama 3 hari untuk dikeringkan dan memeriksa apa ada komponen yang diganti. 2 hari kemudian saya ditelpon dan dikabarkan laptop sudah selesai diperbaiki dan bisa diambil. Esoknya yang mengambil adalah kakak saya, kata kakak saya tidak ada penggantian sparepart. Syukurlah. Esoknya saya dihubungi kembali dan CS meminta nilai pelayanan yang diberikan, semua saya beri nilai 5 kecuali jarak tempat saya beri nilai 3, karena memang saya rasa terlalu jauh dari rumah saya... rumah saya di Sidoarjo (pada saat itu).

Kisah kedua adalah ditahun yang sama, dan yang mengalaminya adalah saya sendiri. Saat itu saya ingin upgrade RAM namun saya takut menghanguskan garansinya, karena pada skrup sudah disegel oleh Acer. Saya pergi ke ACS yang ada di Hitech Mall. Saya kita saya harus meninggalkan laptop saya, namun saya hanya diminta untuk menunggu sekitar 2 jam sambil dicarikan barang yang sesuai. Sama dengan penilaian saya, saya merasa puas dengan penanganan dari Acer.

Sejauh ini saya tidak pernah ke ACS dikarenakan perangkat yang rusak, karena perangkat yang saya beli berlogokan Acer sejauh ini awet awet saja, bahkan saya menulis artikel ini di laptop Acer saya.

Penilaian saya untuk Acer Service Center : ★★★★★


SAMSUNG

Samsung adalah mereka kedua yang saya pernah kunjungi. Sebagai brand elektroknik raksasa asal Korea Selatan, sudah semestinya Samsung mengedepankan pelayanan after sales yang baik agar tidak kalah saing dengan lainnya. Tapi jika saya melihat, memang Samsung sudah menunjukkan hal itu, bahkan dahulu service center terbesar di Plasa Marina dipegang oleh Nokia, tak lama setelah itu direbut oleh samsung, bahkan sebelum Nokia diakuisisi Microsoft. Awalnya saya tidak menyangka kalau Samsung akan menjadi sebesar ini.

Kembali ke awal kisah, pada saat itu saya mengalami keluhan pada Samsung Galaxy SIII saya yang tombolnya sedikit lecek. Tidak disentuh tapi seolah olah sudah disentuh, bahkan kalau sudah ngambek akan mati dengan sendirinya. Tidak tahan saya akhirnya mendatangi Service Centernya di Plasa Marina, Surabaya.

Awal masuk saya mengambil nomor antrian dan menunggu beberapa saat, tidak lama karena pada saat itu tidak ramai. Nomor saya pun dipanggil dan saya disambut dengan senyuman CSnya. CS Samsung melayani dan mendengarkan keluhan dengan baik dan ramah, meskipun saya menilai tidak seakrab pada saat saya di Acer Service Center, hanya penilaian saya pribadi, ya. Bahkan sampai sekarang saya berharap semua CS di dunia ini memiliki jiwa pelayanan seperti CS Acer pada saat itu, hehehe. Kembali ke topik. Selesai saya mengeluhkan semua keluhan saya, saya diberi nomor lagi karena unit saya akan diperiksa secara langsung dan saya bisa melihatnya juga, wow! Ini kelebihan yang saya tidak dapatkan di ASC pada saat itu. Menunggu tak sampai 10 menit, saya dipanggil dan diperlihatkan masalahnya, namun saya diharuskan untuk mengganti seluruh casenya dan itu artinya juga dengan LCDnya, karena LCD dan casenya sudah menyatu. Saya akhirnya menolak karena pada saat itu sudah tidak garansi dan saya tidak memiliki uang.

Kisah kedua terjadi beberapa minggu yang lalu pada adik saya yang ia tidak sengaja menjatuhkan Samsung Galaxy A5 2017 nya dan membuat layarnya pecah. Sebenarnya yang pecah adalah pada bagian pixelnya bukan kacanya, namun karena sudah menyatu, sehingga harus menggantu keseluruhan, dan kerusakan ini tidak di-cover garansi sehingga harus merogoh kocek sebesar Rp 1,4juta. Sama seperti kisah saya, unit handphone langsung diperiksa dan pemilik bisa langsung melihat kerusakannya. namun adik saya pada saat itu hanya disinari saja layarnya dan sudah bisa terlihat, memang ada bagian yang retak. Adik saya hanya menunggu waktu perbaikan selama 3 hari dan hari ke-4 sudah bisa diambil. Sangat cepat, ya!

Penilaian saya untuk Samsung Service Center : ★★★★★


SONY

Berbeda dengan yang lainnya, kali ini menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan. Untungnya tidak terjadi pada saya, namun terjadi pada teman saya, dan saya akan mencerikan kronologinya saja. Seharusnya untuk perusahaan sebesar Sony hal ini tidak boleh terjadi, namun apa daya, memang faktanya ini terjadi. Dan mungkin karena hal ini merek Sony jarang diminati masyarakat Indonesia, karena sudah tertanam sentimen kepada merek Sony. Mari kita mulai awal kisahya.

Pada saat itu kami ada pengambilan nilai olahraga renang di sekolah kami. Seperti biasa, anak anak sekolah biasanya pergi ke kolam renang Plasa Marina karena tergolong murah. Saat itu handphone saya dan teman saya mereknya sama, Sony Xperia Z1 Compact yang sejatinya tahan terhadap air dan bisa diajak berenang. Saya pun mengabadikan moment tersebut karena sebentar lagi kami akan berpisah untuk waktu yang sangat lama... kuliah. Saya membawa berenang Sony saja, begitu juga dengan teman saya, namun naas nasibnya. Sony teman saya kemasukan air dan saya tidak sehingga SOny teman saya mati seketika. Saya pun terlintas akan mitos kengerian Service Senter Sony. Saya menjelaskan kepada teman saya tentang mitosnya (atau sudah menjadi fakta, ya?), dan teman saya juga sudah mengetahui cerita kebanyakan orang. Namun ia bertekat untuk memperbaikinya karena belum lunas cicilannya. Seiring berjalannya waktu, saya melihat teman saya selalu menggunakan Tablet PC nya, saya berkesimpulan bahwa HPnya sedang diperbaiki. Pemandangan itu saya saksikan bahkan hingga satu setengah bulan! Lalu saya mengajaknya bicara untuk menanyakan status handphonenya ke Sony. Setibanya disana memang handphone teman saya belum kunjung selesai bahkan sempat terjadi perdebatan kecil yang membuat teman saya ingin mengambil handphonenya, namun tidak bisa.

Setelah 2 bulan lebih sedikit, akhirnya teman saya kembali memegang handphonenya, dan wajahnya tampak berseri-seri. Dan pada saat itu juga kami berada di kolam renang Plasa Marina dan kembali mengajak handphonenya berenang, naas nasib tidak beruntung kembali menimpa teman saya. Sonynya kemasukan air lagi dan saya tidak. Sampai akhirnya ia kesal dan berpindah haluan ke Samsung.

Sepertinya memang semua cerita itu bukanlah mitos belaka, ya

Penilaian saya untuk Sony Service Center : - ★★


Mungkin hanya itu saja yang bisa saya sampaikan. Memang tidak semua apa yang terjadi pada saya juga terjadi pada semua orang, namun yang pasti ada yang bernasib baik dan ada yang bernasib buruk. Tetap berdoalah ketika barangmu kamu berikan ke tangan lain, agar pikah yang bersangkutan tetap amanah dan menyelesaikan dengan segera. Sebenarnya ada satu merek lagi yang ingin saya ceritakan namun proses perbaikannya belum kunjung selesai. Merek apa itu? Tunggu saja update berikutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tour Museum Tugu Pahlawan Surabaya | Arti Sebuah Sejarah

" Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya " Begitulah kalimat yang sering kita dengar pada setiap ...